Ala… ‘Titipan Ilahi’ di Bethlehem
image“Bayi ini, sejarahnya akan dipenuhi kegemerlangan. Setelah ‘Ala, akan datang ‘Ala baru dengan membawa kemuliaan” Demikian penggalan syair yang dilantunkan seorang penyair saat menyampaikan syair duka atas kesyahidan seorang anak Palestina ‘Alauddin Hasan Eyad. Sang penyair, beberapa bulan lalu, tidak sadar kalau langit mengabulkan seruannya. Kota Bethlehem, yang ada di Tepi Barat menjadi saksi akan datangnya ‘Titipan Ilahi’ yang menjadi perhatian ribuan orang.

Mereka akan berbondong-bondong melihat salah satu rumah di dalam kamp pengungsi Ayedah yang menjadi tempat kelahiran bayi, oleh sebagian orang, dianggapnya sebagai mu’jiyat. Karena kelahirannya tepat pada malam Lailatul Qadr bulan Ramadhan 1424 (November 2003).
Bayi mu’jizat ‘Ala‘ ini banyak mengundang perhatian orang. Karena saat ia dilahirkan, di pipinya ada tanda besar bertuliskan nama pamannya berbahasa Arab ‘Ala’, yang kemudian menjadi nama sang bayi itu sendiri. ‘Ala senior sendiri adalah salah satu anggota Gerakan Perlawanan Islam HAMAS yang dibunuh pihak penjajah Israel karena dituduh akan merencanakan serangan berani ke sasaran Israel. Sang keluarga bayi menganggapnya ini adalah sebuah isyarat Ilahiah mendukung rakyat Palestina melawan Israel.

Eyad Hasan ‘Eyad (30 tahun) sang ayah dari bayi tersebut, kepada situs islamonline.net, mengatakan:”Kami dikarunia bayi itu pada malam berkah, malam lailatul qadr. Kami berdo’a kepada Allah Ta’ala agar menjadikannya sebagai orang baik dan penuh keberkahan.”

Ia melanjutkan, “Malam pertama ia dilahirkan, neneknya datang dan memberitahu bahwa sebuah mawar tertulis di pipi sang cucu. Mungkin neneknya tidak melihatnya dengan jelas. Pada hari kedua kelahiran, kami pergi ke rumah sakit dan nama ‘Ala itu terlihat jelas sekali.”

Sang ayah yang bekerja di tambang batu itu melanjutkan,”Kami sangat terkejut dengan pemandangan itu, karena pada awalnya aneh menurut kami. Hingga akhirnya semuanya menjadi biasa dan tidak ada yang istimewa. Namun setelah kami teliti lagi di pipi bagian kanan, kami menemukan tulisan ‘Ala ada di bagian tubuh si bayi.”

Adapun tentang nama si bayi, sang ayah bercerita:”Pada mulanya kami senang akan memberi nama si bayi, Muhammad atas permintaan ayah saya. Namun, akhirnya kami mengambil nama atas pertimbangan wasiat adiknya saya yang sudah syahid, lalu kami beri nama seperti namanya, ‘Ala.”

“Ketika saya melihat tanda itu, saya yakin bahwa ini hadiah pengganti adik saya, ‘Ala yang dikenal dengan keta’atan agamanya, puasa dan komitmen dengan ajaran agamanya, Islam,” tambah sang ayah gembira.

Sedangkan sang ibu, juga ikut berkomentar dengan mengatakan:”Tidurnya ‘Ala itu seolah-olah bagian dari kemukjizatan. Seakan-akan ia merupakan titipan Ilahi, sebab bayi ini selalu tidur miring ke kiri. Mengisyaratkan kepada semua yang melihat, lihatlah pipi kanan-ku!”

Hadiah dari Langit

Sedangkan kakek si bayi, Abu Emad (60 tahun) bagi dirinya seperti ‘hadiah dari langit’. “Sejak anak saya, ‘Ala gugur syahid, saya merasakan sangat kehilangan. ‘Ala jantung hati saya. Ketika saya menengok cucu baru dengan membawa nama ‘Ala di pipi kanannya, saya berbaik sangka. Dan saya berdo’a kepada Allah Ta’ala semoga ‘Ala diterima sebagai syahid di surga.”

Si kakek masih menambahkan, “Titipan ini akan mempengaruhi banyak bagi mental para pembunuh, serdadu Israel yang berusaha menghabisi putera-putera kami. Dan ini merupakan risalah kepada para penjahat itu bahwa para syahid kami adalah mulia, baik hidup maupun sudah mati.”

“Saya ingin sampaikan kepada PM Israel Ariel Sharon bahwa jika ia membunuh putera-putera kami dan mau dihabisi, mereka sudah terpatri dalam hati kami,” tambah sang kakek geram.

Bayi ‘ajaib’ ini melihat cahaya di rumah sakit Perancis di kota Bethlehem, dimana beratnya saat dilahirkan mencapai 3,8 kg. Sedangkan panjang tanda ajaib yang terletak di pipi kanan dengan tulisan ‘Ala mencapai sekitar 10 cm. Tiga huruf pertama dari sang syahid terlihat jelas sekali, sedangkan huruf keempat, hamzah, terlihat dibelakang telinga.

Sang nenek, Aisyah Eyad (58 tahun) saat menggendong sang bayi mengatakan bahwa puteranya, ‘Ala senior, menjadi anggota Hamas secara rahasia setelah mendapatkan pukulan dari pihak serdadu jahat Israel.

Ia juga menambahkan bahwa pasukan penjajah Israel bisa membunuh putera-putera Palestina, namun tidak bisa membunuh jiwa-jiwa mereka. Ia sendiri mengungkapkan harapannya agar Israel dan Palestina bisa mewujudkan perdamaian. Serta berharap agar cucunya ini nanti tumbuh besar jauh dari kekerasan.

Cahaya Hidayah

Adapun cerita sampai sejauh mana orang-orang tertarik dengan fenomena bayi ini, sang ayah menceritakan kepada islamonline.net:”Salah seorang pemuda datang ke rumah dan menengok ‘Ala. Setelah selesai ia balik, saat bertemu dengan seorang pemuda lainnya dan ia ceritakan apa yang ia lihat, sang pemuda itu tidak percaya dengan ceritanya. Maka keduanya saling berjanji, jika cerita ini benar, untuk mau shalat dan bertobat dari perbuatan maksiat.”

‘Ala, Sang Syahid

Paman sang bayi, ‘Ala senior, adalah anggota Brigade Asy Syahid Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas, telah gugur syahid bersama tiga orang lainnya, salah satunya seorang bocah perempuan (10 tahun) pada tanggal 25/03/2003. Ia dan bersama tiga lainnya gugur syahid dalam sebuah operasi militer Israel di dekat hotel ‘Shabrud’ di kota Bethlehem, Tepi Barat.

Dan salah satu keajaiban lainnya adalah ketika sang penyair Palestina, Muhammad Syahadah menyampaikan syair duka (ritsa’) atas kesyahidan ‘Ala, dua hari setelah kesyahidannya. Sang penyair, dalam bait syair itu, memperkirakan langit akan mengabadikan namanya dan dikirim ‘Ala yunior.

Lebih hampir 6 ribu penduduk dari berbagai kota, seperti Bethlehem, Hebron dan Al-Quds (Jerusalem, red.), baik muslim maupun kristen, berbondong-bondong melihat keajaiban tersebut. Salah satu di antara mereka adalah para dokter dan akademis dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Palestina. Ditambah pula para wartawan dan beberapa cannel televisi berdatangan ke rumah bayi untuk melihat langsung keajaiban itu.

Keluarga bayi juga sempat menerima sambungan telepon dari para penduduk dan lembaga, baik lokal maupun asing.

Pendapat Tim Dokter

Para dokter tidak bisa memastikan tentang tafsiran tanda-tanda yang ada di pipi sang bayi. dr. Hussam Khuraem, ahli di bidang penyakit kulit dan sekarang bekerja Asosiasi Medis di Nablus Tepi Barat, pernah mengomentari dengan mengatakan:”Kondisi seperti ini bisa ditafsiri sebagai akibat efek dari ibunya saat masa hamil melihat kondisi banyaknya orang Palestina yang gugur syahid akibat dibantai serdadu Israel.”

Tentang pengaruh tanda tersebut pada kesehatan bayi, dokter ini mengatakan:”Ini hal biasa dan tidak akan berpengaruh pada kesehatannya,” sambil menambahkan bahwa tanda itu akan tetap menempel di kulit si bayi hingga ia tumbuh dewasa. Terlebih-lebih jika itu hanya sekedar tanda biasa dan bukan akibat dari saluran darah.

Tentang ucapan ibu sang bayi bahwa anaknya sering tidur miring sebelah kiri sehingga tanda itu nampak jelas, dokter Palestina ini mengatakan:”Hal ini biasa-biasa saja dan tidak ada kaitannya dengan adanya tanda tersebut.”

Akan tetapi seorang dokter ahli penyakit kulit dan reproduksi di Kairo, dr. Abdussalam Al-Dhahiri, melihat dari sisi lain tentang sebab tidak maunya sang bayi tidur miring sebelah kanan, dengan mengatakan:”Bisa jadi sebabnya adalah tanda itu atau semacam tahi lalat. Terutama jika hal tersebut adalah tahi lalat dari aliran darah, karena jenis tahi lalat seperti itu mengakibatkan kesakitan diakibatkan pembekakan pembuluh darah di tempat adanya tanda.”

“Dan jika tahi lalat itu dari jenis bunga karang, dan ini kemungkinannya besar sekali, maka kebanyakan tanda itu akan hilang saat sang bayi berusia lima tahun,” tambah dokter Mesir tersebut. (AM Rais/COMES)

Bayi Ajaib Palestina “Alaa” Lahir Pada Malam Qodr

image
Keajaiban selalu saja muncul di dunia, walaupun frekuensi kemunculannya sangat jarang. Ribuan warga Muslim Palestina di kota Betlehem, Tepi Barat, menyaksikan peristiwa ajaib yang langka itu, ketika seorang bayi lahir dengan tanda unik di pipi kanannya. Keunikan itu adalah, tanda kelahiran yang berwarna kemerahan itu bertuliskan ‘Alaa’ dalam tulisan bahasa Arab. Dan tanda itu adalah nama paman si bayi yang telah martir. Bayi itu lahir pada malam Qodr (Lailatul Qodr), yang diyakini kaum Muslimin sebagai malam diturunkannya Al Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

Kisah bayi ajaib tersebut, pertama kali dilaporkan Senin (1/12) kemarin oleh Reuters, sebelum diekspos oleh berbagai media internasional dalam berita headline. Tanda kelahiran yang terlihat jelas sepanjang 10 cm itu, berakhir di telinga kanan si bayi.

Ia diberi nama Alaa, nama pamannya yang telah syahid. Pamannya adalah anggota Hamas yang dibunuh pasukan khusus Israel pada tanggal 25 Maret di Betlehem, tempat yang diyakini kaum Nasrani sebagai tempat kelahiran Jesus Kristus.

Kepada IslamOnline, ayah sang bayi ajaib Iyyad Hassan mengatakan, bahwa Alaa merupakan hadiah langsung dari Allah ‘Azza wa Jalla. “Tuhan menghadiahkan kami bayi ini, setelah kami kehilangan saudara kami Alaa, seorang Muslim yang sangat taat. Ia lahir pada malam yang penuh keberkahan. Saya berdoa semoga dia akan menjadi anak yang baik,” tutur sang ayah.

Iyyad mengungkapkan, bahwa nenek sang bayi, Eisha Ayyad mengaku dia telah melihat sebuah bunga kemerah-merahan di pipi kanan Alaa. “Sungguh mengherankan, kami mendapatkan nama pamannya yang telah martir, jelas terlihat di pipi sebelah kanannya,” ujar sang ayah.

Sementara sang nenek mengatakan, tanda kelahiran si bayi membuktikan, bahwa para penjajah Zionis boleh jadi bisa membunuh anak-anak mereka. “Tapi mereka tidak bisa membunuh spirit kami,” cetusnya.

Soal keajaiban si bayi, juga diceritakan ibunda Alaa. Dia mengatakan, bahwa bayinya itu selalu tidur menghadap ke sisi kiri. “Seolah-olah dia ingin menarik perhatian semua orang terhadap tanda kelahirannya itu,” ungkapnya.

Sedangkan kakek si bayi, Abu Emad, mengatakan, bahwa Alaa adalah hadiah dari surga. “Saya telah kehilangan putra saya Alaa, semenjak ia syahid di tangan komplotan penjajah Zionis. Karena itu dia sangat dekat sekali di hati saya. Semoga kelahiran cucu saya ini menjadi pertanda baik buat anak saya yang telah martir. Saya selalu berdoa, mudah-mudahan Allah ‘Azza wa Jalla berkenan menempatkannya di surga,” tuturnya penuh harap. (stn/iol/eramuslim)